BT0103 - IDENTIFIKASI DAMPAK PERUBAHAN SISTEM APLIKASI PADA BAGIAN OPERASI BANK X DI BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN 7S McKINSEY

Tesis Administrasi Bisnis dari Program Magister Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Bandung
Tugas Akhir Magister Administrasi Bisnis:

BAB I
PROFIL PERUSAHAAN

1.1 Sejarah Perusahaan
Bank X berdiri pada tahun 1986, yang terlahir dari pemikiran 7 (tujuh) orang dalam suatu perkumpulan pegawai pensiunan militer pada tahun 1958 di Bandung. Pada Maret 1993, Bank X merubah status dari Bank Swasta Nasional menjadi Bank Umum. Bank X memiliki aktivitas pelayanan operasional kepada nasabah, baik simpanan maupun pinjaman. Namun aktivitas utama Bank X adalah tetap mengkhususkan kepada pelayanan bagi para pensiunan dan pegawai aktif, karena target market Bank X adalah para pensiunan.


1.2 Lingkup Bidang Usaha
Untuk menunjang pelayanan operasional, Bank X menawarkan beberapa Produk Dana dan Jasa, di antaranya: Produk Dana: Rekening Giro, Tabungan Citra Pensiun, Tabungan Citra, Tabungan Citra Plus, Deposito Berjangka, dan Sertifikat Deposito. Produk Kredit: Kredit Pensiun, Kredit Pegawai Aktif (Sipil, ABRI, BUMN, dan Swasta), Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kredit Non Tunai.

Jasa Layanan Perbankan: Kliring, Inkaso, Transfer, Payment point untuk para pensiun, Payment Point (pembayaran rekening telefon, rekening listrik, PAM, dan penerimaan pembayaran pajak), Payroll service (pembayaran uang pensiun, pembayaran gaji kepada karyawan perusahaan BUMN dan Swasta), dan ATM.


1.3 Visi, Misi dan Strategi
Visi Bank X adalah sebagai penyedia jasa keuangan retail yang terpilih dan penuh kepedulian di Indonesia

Misi Bank X:
  • Melaksanakan good corporate governance (GCG) di setiap pengoperasian bisnisnya, 
  • Menyediakan beragam produk dan layanan yang sesuai dengan bisnis Bank X kepada nasabahnya, 
  • Memberikan pengalaman brand yang penuh arti bagi pemangku kepentingan (stakeholders) Bank X setiap saat di manapun Bank X berada secara konsisten dan, 
  • Menjamin keamanan, kepercayaan, dan kemudahan akses bagi nasabah Bank X melalui penggunaan teknologi mutakhir di setiap pengoperasian bisnisnya.

Penyusunan Rencana Bisnis Bank X Tahun 2007 adalah dalam rangka pencapaian sasaran dan rencana bisnis korporat (corporate planning) sebagai berikut:

Sasaran: Kebijakan Bank X pada tahun 2007-2009 adalah dalam rangka penyediaan jasa keuangan perbankan retail yang terpilih yang memiliki struktur keuangan, permodalan dan manajemen yang kuat sehingga siap menghadapi penerapan Basel Accord II1 dan Arsitektur Perbankan Indonesia2.

Rencana Strategis: korporat tahun 2007-2009 dalam rangka mencapai sasaran kebijakan di atas, ditetapkan secara bertahap, yaitu:

Tahap I (Tahun 2007) – Peningkatan market share dengan memperluas jaringan kantor, meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan produk dan aktivitas baru serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), operasional serta pengendalian yang intensif.

Tahap II (Tahun 2008) – Peningkatan kualitas pelayanan dengan pengembangan IT guna mendukung aktivitas core banking system serta peningkatan kualitas SDM khususnya dalam implementasi Basel Accord II serta aliansi strategis.

Tahap III (Tahun 2009) – Pemantapan kualitas pelayanan dengan aktivitas core banking system yang meningkat serta didukung dengan kualitas SDM yang kompeten, penerapan IT yang integrated serta memiliki struktur permodalan dan keuangan yang kuat sebagaimana ditetapkan dalam Arsitektur Perbankan Indonesia.



1.4 Susunan Organisasi

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Bank X 


Struktur Organisasi Bank X dikepalai oleh Direktur Utama yang membawahi Direktur Kepatuhan, Direktur Operasional, Direktur Bisnis dan Direktur Keuangan. Direktur Utama juga membawahi langsung Divisi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Divisi Sekretariat Perusahaan, Divisi Corporate Planing dan Divisi Treasury. Bagan struktur organisasi Bank X dapat dilihat pada Gambar 1.1.


1.5 Sumber Daya
1.5.1. Sumber Daya Manusia
Bank X pada bulan November 2007 terhitung memiliki 3328 orang karyawan, dimana 294 diantaranya adalah pegawai honor dan 3034 orang lagi merupakan karyawan tetap. Dari jenjang pendidikan, sebagian besar karyawan Bank X adalah lulusan SMA sebanyak 1551 orang. Grafik jumlah karyawan bedasarkan jenjang pendidikan dapat dilihat pada Gambar 1.2, sedangkan grafik jumlah karyawan berdasarkan pangkat disajikan pada Gambar 1.3.

Gambar 1.2 Grafik Jumlah Karyawan Bank X Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Gambar 1.3 Grafik Jumlah Karyawan Bank X Berdasarkan Pangkat

Upaya Bank X untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja dilakukan melalui perbaikan kualitas pengelolaan SDM dimulai dari penempatan karyawan sesuai dengan kompetensinya (staffing), Penyempurnaan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia dan membangun Human Resource Information System (HRIS) termasuk menata sistem remunerasi yang berbasis dimensi kompetensi skill, problem solving dan accountability. Pelatihan adalah suatu aspek penting dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan kesempatan pengembangan karir.

1.5.2. Teknologi
Saat ini Bank X mempunyai dua aplikasi perbankan dengan platform dan topologi yang berbeda, yaitu:
In-house application Sistem Aplikasi Integrasi yang Disempurnakan (SAID) Inter-Branch, aplikasi perbankan yang dikembangkan sendiri oleh Bank X dengan platform Server Base dengan topologi distributed dimana data ada di masing-masing server kantor Bank X.

Core Banking System Misys, aplikasi perbankan yang dikembangkan oleh Misys berpusat di London, UK yang menggunakan platform computer IBM AS/400 atau iSeries dengan topologi terpusat (centralized) dimana data ada di Kantor Pusat (Data Centre). Modul yang digunakan di Bank X adalah modul Equation untuk back-office, Equation Branch Automation untuk front-office (teller dan customer service) dan Syariah Banking serta modul ATM Interface. Equation mempunyai kelebihan untuk store and forward facility dimana jika terjadi gangguan komunikasi data antara kantor Bank dengan Data Centre terputus maka user masih dapat menggunakan secara ‘off-line’ dan setelah komunikasi data terhubung kembali dapat dilakukan sinkronisasi transaksi selama off-line dengan master file (data base) yang ada di Data Centre.


1.6 Isu Bisnis
Berdasarkan kajian atas kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan kelemahan yang ada serta dengan melihat berbagai potensi dan tantangan-tantangan maka dapat digambarkan posisi Bank X saat ini sebagai berikut:

a. Melihat jumlah pensiun yang mencapai sekitar 3 juta rekening potensi bisnis masih terbuka dan masih memberikan prospek peningkatan bagi core bisnis Bank X. Meskipun terdapat rumor adanya pemberian pensiun secara lump sum, hal tersebut merupakan threat bagi core bisnis Bank X.

b. Potensi bisnis di luar kredit khususnya di second tier cities memberikan peluang yang cukup besar bagi Bank X untuk melakukan diversifikasi dan pengembangan produk kredit UMKM.

c. Tingkat Kecukupan Modal (CAR) Bank X per tahun 2006 mencapai 29.58%, hal ini menunjukkan adanya “idle capital” yang dapat didayagunakan hingga level 15% (double risk asset).

d. Sebagai leader di bidang pensiunan Bank X saat ini memiliki SDM yang cukup kompeten untuk kredit pensiun.
e. Di samping potensi dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki saat ini, Bank X masih memiliki beberapa kelemahan yang harus segera diperbaiki, yaitu:
  • Peningkatan optimalisasi produktivitas kerja karyawan mengingat di kantor-kantor cabang unit-unit kerja di bawahnya rata-rata aktivitas kerjanya relatif sibuk pada 10 hari pertama dalam satu bulan.
  • Standarisasi Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kas, dan Unit Kerja lainnya masih perlu disempurnakan.
  • Management Information System (MIS) kurang tepat waktu.
  • Online System belum sepenuhnya dilaksanakan masih dalam proses implementasi.
  • Belum adanya pelayanan nasabah berbasis teknologi seperti ATM, Internet Banking, phone banking, dll.
  • Masih terdapat idle investasi yang masih harus dioptimalisasi yaitu dalam hal penggunaan (utilization) dari Mysis, IBM-AS400 dan mesin ATM.

Tantangan yang dihadapi Bank X pada tahun 2007 untuk meningkatkan kinerja usahanya secara optimal adalah: modal cukup untuk pertumbuhan organik dan unorganik, adanya kesenjangan jangka waktu pinjaman (jangka panjang) dan sumber dana (jangka pendek), penyebaran jenis dana, pertumbuhan kredit pensiun, pengembangan usaha kredit retail, pembukaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada 7 (tujuh) Kantor Cabang, Devisa Terbatas dan Syariah, pelaksanaan IPO, pelatihan untuk sekitar 1200 karyawan, implementasi IT online, rebranding, implementasi kebijakan dan sistem SDM baru serta penerapan pay for performance.


Untuk download tesis Administrasi Bisnis dari Program Magister Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Bandung, silakan klik DI SINI !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara Download Sekripsi atau Tesis

Daftar Skripsi yang Bisa Didownload

Daftar Tesis Lengkap yang Bisa Didownload